Latest Stories

Subscription

You can subscribe to Red Carpet by e-mail address to receive news and updates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!

TOP 5 Most Popular Post

    Entri Populer

    CahayaQu Edisi 21

    CahayaQu Edisi 21

Recently Comments


Advertisement

Advertisement

News

News

Ternyata surat al-fatihah bisa dijadikan Obat 0 Comments

By Unknown
| Posted in

Sahabat Islam pos kali ini saya akan memposting manfaat surat alfatihah, semoga bermanfaat

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said Al-Khudri r.a.:
Pada suatu hari kami bersama-sama dalam perjalanan bermalam di satu dusun. Datang kepada kami seorang budak perempaun berkata: “Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorang pun di Antara kami yang dapat mengobatinya, adakah diantara tuan-tuan yang dapat mengobati-nya? “Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi.

Kami tidak mengira yang ia dapat menjadi dukun. Si sakit itu lalu dimanterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu, ketika ia kemali kami bertanya: “Apakah engkau membolehkan mantera, dan apakah engkau tukang mantera? “Ia menjawab: “Tidak, saya bukn tukang mantera, tetapi kami hanya membacakan Ummul-kitab (al-Faithah). “ kami katakana: “Kejadian ini jangan dikabarkan kepada siapapun, sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah saw lebih dahulu.

Sesudah kami sampai di kota Madinah, kami datangi Rasulullah saw. Dan kami ceritakan kejadian itu. Rasulullah lalu bersabad: “Siapa tahu bahwa suart itu (al-Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebaian darinya.”

Kejadian seperti ini pun diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Hisyam. Didalam beberapa riwayat dari Muslim diterangkan bahwa penyakit orang yang disembuhkan itu ialah karena sengatan bianatang-bainatang yang berbisa dan yang menyembuhkan adalah Abu Said al-Khudri sendiri.
 Mengeal suart al-Fatihah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa di dalam kalangan Ulama-ulama beasr Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadits yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-Quran yang tersebut di bawah ini:
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagian petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus:57)
“Dan kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan bagi orang-orang yang dzalim tetap bertambah merugi.” (al-Isra:27).
“Katakanlah, al-Quran itu srbagai petunjuk dan penawar (obat) bagi orang yang beriman.” (Fusshilat:44).

Karean ayat-ayat dan hadits yang tersebut di atas ini, semua ulama-ulama sepakat bahwa al-Qura itu menjadi obat. Tetapi obat apa, mereka berlainan pendapat. Ada di Antara mereka mengatakan sebagai obat dari penyakit-penyakit batin (rohani) saja, tidak dapat menjadi obat dari penyakit-penyakit jasmani (mengenai tubuh). Tetapi lain ulama mengatakan, menjadi obat bagi penyakit-penyakit rohani dan Jasmani (kedua-duanya).

Di Antara Ulama Besar dan modern yang berendapat bahwa al-Qurann dan khususnya al-Fatihah dapat mengobati jasmani di samping mengobati rohani, ialah Imam Ibnu Qayyim al-Jauzi.
Berkata Ibnu Qayyim dalam kitabnya bernama Madarijus Salikin juz 1 halaman 52-58, diringkasakan sebagi berikut:
Adapun a-Fatihah itu mengandung obat buat hati (rohani) maka tidaklah perlainan pendapat. Cacat-cacat atau penyakit yang menimpa kalbu berpokok pada du perkara, ialah rusaknya ilmu dan rusaknya tujuan.

 Karena kedua kerusakan ini, maka timbullah dua penyakit, kalbu yang sangat berbahay, yaitu adh-Dhalaal (kesesatan) dan al-Ghadhab (keangkara-murkaan). Kesesatan karena rusaknya pengetahuan, sedangkan keangkara-murakaan karena rusaknya tujaun hidup.

Kedua penyakit inilah induknya segala penyakit kalbu. Maka hidayat yang bernama Shiraathal Mustaqim (al-Quran) adalah obat dari penyakit pertama (Kesesatan). Sebab itu hidayat itu harus selalu kita minta dan pelajari. Sedangkan pengertian yang terkandung dalam Iyyaka na’budhu wa iyyaka nasta’iin adalah obat dari penyakit kedua (rusak tujuan atau kemungkaran).

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Ternyata surat al-fatihah bisa dijadikan Obat"