Latest Stories

Subscription

You can subscribe to Red Carpet by e-mail address to receive news and updates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!

TOP 5 Most Popular Post

    Entri Populer

    CahayaQu Edisi 21

    CahayaQu Edisi 21

Recently Comments


Advertisement

Advertisement

News

News

Manusia adalah wujud lain dari tanah karena manusia tercipta dari tanah. Allah SWT. Berfirman dalam suarat Nuh ayat 17-18 sebagai berikut.
                                                          وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا
            ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

Artinya dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur), kemudian dia mengaembalikan kamu ke dalam (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari kiamat) dengan pasti. (Q.S.Nuh:17-18)
Posted in: |
Ilustrasi

Diriwayatkan oleh Muslim : Dikabarkan (disampaikan) kepada kami oleh Muhammad Ibnul Mutsanna da Muhammad bin Bassyar (susunan kata-kata dari Ibnu Mutsanna). Keduanya menerima hadits dari Qatadah, dari Abu Bakar as-Siddiq, dariAbi Said al-Khudry, berkata ia: Telah bersabda Rasulullah “Di antara yang hidup sebelum kamu, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang manusia. Lalu mencari orang yang paling alim untuk bertanya. Orang tunjukan kepada seorang pendeta.

Dia datangilah pendeta itu lalu bertanya, bahwa dia telah membunuh 99 orang manusia, masih dapatkah bertobat kepada tuhan ? Pendeta itu menjawab : Tidak. Pendeta itupun dibunuhnya. Lalu mencari lagi orang yang paling alim di permukaan bumi ini. Ditunjukkanlah dia kepada seorang yang paling alim (banyak pengetahuannya).

Lalau dia berkata bahwa dia telah membunuh 100 orang manusia, masih dapatkah dia bertobat kepada Tuhan? Orang alim itu menjawab: Dapat, dan tak  ada satu halangan baginya untuk bertobat. Tetapi orang alim menasehatinya untuk pindah kenegeri tertentu, karena di negeri itu banyak manusia yang baik-baik yang selalu beribadat menyembah Allah, beribadah bersama-sama mereka itu.

Dan janganlah kembali ke kampungmu, karena kampungmu itu kampung yang busuk (banyak orang jahat). Orang itu berangkatlah meninggalkan kampung halamannya menuju ke negeri yang ditunjuk itu. Di tengah-tengah perjalan itu tiba-tiba orang itu meninggal dunia. Lalu bertengkarlah malaikat Rahmat dan malaikat Azab mengenai orang itu.

Berkata malaikat Rahmat : Orang ini matinya dalam keadaan bertobat sedang menghadapkan seluruh jiwa kepada tuhan. Dan berkata malaikat Azab: Orang ini tidak ada kebaikannya sedikitpun. Tiba-tiba turun satu malaikat lain berbentuk manusia biasa. Malaikat Rahmat dan malaikat Azab yang bertengkaran itu mengangkat malaikat ini menjadi hakim antara mereka.

Malaikat ini memerintahkan untuk mengukur jarak antara tempat kematian itu dengan tempat yang dituju dan tempat asalnya. Ketempat mana ia lebih dekat, maka itulah yang menentukan apa orang ini termasuk bagian Malaikat Rahmat atau Malaikat Azab. Setelah diukur, ternyata dia lebih dekat ke tempat yang di tuju. Maka orang itu dibawalah oleh malaikat Rahmat (masuk surge tentunya.”


nusia
Posted in: |